![]() |
| Sumber: the-importance-of-teaching-financial-literacy |
Literasi finansial adalah pengetahuan
dan keterampilan untuk menerapkan pemahaman konsep dan risiko, kemampuan untuk
membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan
kesejahteraan finansial, baik secara individu maupun sosial, dan untuk
berpartisipasi dalam masyarakat. Inklusi finansial juga penting sebagai bagian
integral dari pendidikan finansial. Pengertian finansial inklusif sendiri
adalah suatu proses yang menjamin kemudahan akses, ketersediaan dan penggunaan
sistem finansial formal bagi semua orang.
Literasi
finansial sebagai salah satu keterampilan dasar memberikan berbagai pengetahuan
dan keterampilan untuk mengelola sumber daya finansial secara efektif untuk
kebaikan hidup, serta meminimalkan kebutuhan dasar setiap orang, menemukan
solusi dan membuat keputusan yang tepat dalam masalah finansial.
Edukasi finansial juga memberikan
pengetahuan tentang pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya sebagai amunisi
untuk membangun dan memperkuat sumber daya manusia Indonesia yang kompeten,
berdaya saing dan berintegritas di era globalisasi dan pasar bebas, serta kepada
masyarakat. Era globalisasi adalah pasar bebas dan warga dunia yang bertanggung
jawab atas perlindungan, alam, dan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan hidup
dan kesejahteraan.
Literasi finansial memiliki beberapa
prinsip dasar, di antaranya yaitu: holistik, terintegrasi, responsif terhadap
kearifan lokal dan ajaran religi yang ada di Indonesia, responsif kesejagatan, inklusif,
partisipatif, kesesuaian perkembangan psikologis, sosial, dan budaya, keberlanjutan,
dan keakuntabelan.
Salah satu indikator literasi finansial
adalah adanya peningkatan indeks literasi finansial. Ketersediaan berbagai
modul literasi finansial dan sarana penunjang yang mendukungnya. Implementasi
gaya hidup ugahari. Peningkatan
penggunaan berbagai produk jasa keuangan, seperti bank, asuransi, investasi, dan
berbagai produk jasa keuangan lainnya. Konsumen yang kritis, cerdas, dan
bertanggung jawab. Masyarakat yang
lebih memprioritaskan produk lokal (nasional). Kompilasi kegiatan literasi
finansial berbasis kearifan lokal di seluruh Indonesia. Serta sosialisasi dan
pemanfaatan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang efektif dan efisien.
Literasi finansial bertujuan untuk meningkatkan
jumlah pelatihan literasi finansial untuk kepala sekolah, guru, dan manajemen
sekolah; meningkatkan intensitas pemanfaatan dan
penerapan literasi numerasi dalam kegiatan pembelajaran; meningkatkan skor
literasi finansial berdasarkan OJK dan lembaga lainnya. meningkatkan jumlah dan
variasi buku dan alat peraga berbasis literasi finansial; meningkatkan
frekuensi peminjaman bahan bacaan literasi finansial; meningkatkan jumlah
kegiatan literasi finansial; terdapatnya kebijakan sekolah terkait literasi
finansial; meningkatkan jumlah penyajian informasi literasi finansial; meningkatkan
akses situs daring dan luring yang berhubungan dengan literasi finansial; dan terdapatnya
lembaga keuangan sekolah yang aktif (bank sekolah atau koperasi), meningkatkan
jumlah sarana dan prasarana yang mendukung literasi finansial di sekolah; dan meningkatkan
keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mengembangkan literasi finansial di
sekolah.
Pada dasarnya, literasi finansial sangat
erat kaitannya dengan kehidupan kita sehari-hari. Namun dilihat dari kenyataan
masih banyak orang yang bahkan tidak menyadari bahwa ini adalah tentang literasi
finansial. Misalnya, ketika kita membuat keputusan untuk menabung atau
berinvestasi untuk mencapai tujuan keuangan kita. Ini adalah bentuk literasi
finansial dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi dapat disimpulkan bahwa manfaat
utama literasi finansial adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuat
keputusan keuangan yang cerdas. Keterampilan seperti mengelola uang secara
efektif, membuat anggaran yang baik, mengelola tabungan dan kredit, dan
berinvestasi.





0 Komentar